Komponen proses pemulihan gangguan jiwa

Penderita gangguan jiwa bisa pulih, dalam arti bisa hidup dan bekerja sebagaimana anggota masyarakat lainnya. Beberapa prinsip dasar proses pemulihan adalah sebagai berikut:

  • Pemulihan adalah suatu proses membangun suatu kehidupan yang berarti dan memuaskan sebagaimana didefinisikan oleh penderita sendiri, meskipun kadang ada kondisi kambuh.
  • Pemulihan adalah gerakan menjauh dari kelainan, penyakit dan gejala menuju kearah sehat, kuat dan sejahtera
  • Harapan adalah titik pusat dari proses pemulihan. Harapan timbul antara lain karena adanya “contoh” atau role model dari mereka yang pulih.
  • Dalam membantu proses pemulihan, yang penting bukan kualifikasi pendidikan dari para staf pengelola pelayanan pemulihan, tetapi yang diperlukan adalah stfaf yang mempunyai kemampuan memberi semangat dan memperkuat harapan, penuh perhatian, kreatif, dan tidak mudah patah semangat.
  • Keluarga dan teman teman penderita berperanan penting dalam proses pemulihan. mereka perlu dilibatkan dalam proses pemulihan.

Menurut  Andresen, R., Oades, L., dan  Caputi (2003) dalam tulisannya “The experience of recovery from schizophrenia: towards an empirically validated stage model, yang dimuat dalam Journal of Psychiatry,37, 586-594, ada 4 komponen dari proses pemulihan, yaitu:

  1. Menemukan dan memupuk “harapan”. Timbulnya harapan merupakan pusat dari proses pemulihan. Tanpa timbulnya harapan, tidak akan ada proses pemulihan.
  2. Membentuk kembali “identitas positif”. Dalam proses pemulihan, juga diperlukan adanya identitas yang lain selain identitas sebagai penderita gangguan jiwa. Penderita tetap mempunyai gejala gangguan jiwa, namun mereka juga mempunyai identitas positif lainnya, seperti: pelajar, mahasiswa, pegawai, pengusaha, ayah/ibu, dll.
  3. Membangun kehidupan yang berarti. Mempunyai pekerjaan dan penghasilan, utamanya bagi laki laki, merupakan salah satu komponen penting dari proses pemulihan. Kehidupan yang berarti bisa dicapai dengan membangun hidup yang bermanfaat bagi sekitar.
  4. Mengambil tanggung jawab dan kendali. Dalam proses pemulihan, penderita gangguan jiwa tidak hanya menggantungkan diri pada dokter dan orang lain, tapi secara aktif dan bertanggung jawab mengusahakan pemulihan dirinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.