Pasien dhuafa dan non-dhuafa

Staf Klinik dan donator

Pemerintah telah mempunyai program jamkesmas dengan kriteria penentuan sasaran yang cukup ketat. Beberapa kriterianya, antara lain: tidak punya TV atau sepeda motor. Meskipun sudah memakai kriteria yang ketat, menurut berbagai penelitian, masih cukup banyak salah sasarannya. Menurut penelitian SMERU terhadap data susenas 2005-2006, hanya sekitar 80% kelompok masyarakat termiskin (quartile termiskin) yang mempunyai kartu jamkesmas. Dilain pihak, sekitar 30% kartu jamkesmas dipunyai oleh mereka yang tidak berhak.

Pasien yang berkunjung ke Klinik Umiyah tidak semuanya masuk dalam kelompok dhuafa. Ada juga pasien non-dhuafa yang berobat ke Klinik Umiyah. Pasien dhuafa dan non-dhuafa sama sama mengisi kotak infaq. Persis sama kalau kita diedari kotak amal di masjid. Besarnya uang yang disumbangkan terserah kepada pasien atau keluarganya. Dengan model ini, pasien miskin tidak merasa malu. Tidak ada yang tahu, kecuali Allah, berapa dana yang dimasukkan ke kotak infaq.

Tentunya, kedatangan pasien non-dhuafa, asal tidak menjadi mayoritas, membawa dampak positif juga. Kedatangan pasien non-dhuafa menandakan bahwa masyarakat mempercayai kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan oleh Klinik Umiyah. Selain itu, pasien dhuafa juga merasa senang, karena sebagian masyarakat non-dhuafa juga berobat ke Klinik Umiyah.

Apakah sebaiknya Klinik Umiyah memberlakukan tarif yang berbeda untuk pasien non-dhuafa? Banyak hambatannya. Pertama, pemerintah saja sulit menentukan siapa dhuafa dan non-dhuafa, apalagi petugas Klinik Umiyah. Bisa bikin pusing dan sering menimbulkan kesalah-pahaman. Pemberian tarif berbeda kepada non-dhuafa cenderung akan menimbulkan perbedaan pelayanan antara pelayanan kepada pasien dhuafa dengan pasien non-dhuafa.

Dalam kaitan dengan dana, Klinik Umiyah mempunyai moto: ” (Klinik Umiyah) terselenggara berkat doa dhuafa dan sedekah dermawan”. Pengurus Yayasan dan dhuafa selalu berdoa semoga Allah swt semoga berkenan menggerakkan hati para dermawan agar bersedia bersedekah ke Klinik Umiyah. Para pengurus dan dhuafa juga berdoa semoga para dermawan mendapat ampunan, kemudahan rezeki, dan dikabulkan segala permohonannya. amin

Semoga Allah berkenan memberi balasan kepada para dermawan sesuai dengan firman-Nya dalam Surat Al Baqarah ayat 261.

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui

Leave a Reply

Your email address will not be published.