Dari RB menjadi Klinik

Bayi pertama yang dilahirkan di Klinik Umiyah

Pasien yang memeriksakan kehamilan maupun melahirkan di RB Umiyah cukup mengisi kotak infaq seikhlasnya. Tidak ada tarif di RB Umiyah. Dari data kotak amal yang dibuka setiap seminggu sekali, tercatat bahwa rata rata pengunjung yang memasukan sekitar Rp 4000 untuk periksa hamil dan sekitar Rp 125.000 untuk melahirkan. Tentu saja pemasukan dari kotak infaq tersebut tidak mencukupi. Syukur alhamdulillah, selalu saja ada dermawan yang memberikan sumbangan.

Selama 2-3 bulan beroperasi, mulai terlihat bahwa masyarakat lebih membutuhkan pelayanan kesehatan umum, tidak hanya pelayanan kebidanan. Hal ini terlihat dari lebih banyaknya pasien yang berobat dari pada pasien yang memeriksakan kehamilannya. Pada waktu Bapak Elok Heru Wibowo berkata kepada dr. Gunawan Setiadi:” Mas kita buka klinik umum saja. Bila dana  operasionalnya hanya cukup untuk melayani 100 pasien, maka kita layani hingga 100 orang tersebut”.   Akhirnya dimulailah pembangunan bangsal dan pembelian peralatan medis serta merekrut tenaga kesehatan tambahan.

Sunatan masal Desember 2011

Pada  22 Februari 2011, berdasarkan Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo Nomor 188.4/554/2011 ditetapkan sebagai klinik rawat inap medik dasar.RB Umiyah berganti menjadi Klinik Umiyah yang memberikan pelayanan rawat inap dan rawat jalan medik dasar serta pertolongan persalinan. Pasien rawat jalan maupun rawat inap tetap cukup mengisi kotak infaq seikhlasnya.

Kedepannya, insya Allah Klinik Umiyah akan dikembangkan menjadi sebuah rumah sakit yang dicintai para dhuafa. Untuk itu, mari kita jadikan Klinik Umiyah sebagai ladang amal bersama.

Leave a Reply

Your email address will not be published.