Tulisan ini merupakan lanjutan tulisan sebelumnya

pasca stroke
Bapak saya terkena stroke hemoragi. Beliau harus dioperasi untuk mengambil darah yang keluar. Bapak saya tidak sadar selama sekitar 2 minggu pasca operasi. Alhamdulillah, bapak saya bisa selamat dan hidup selama 7 tahun pasca operasi sebelum akhirnya meninggal karena penyakit lain.
Meskipun tidak bisa berbicara dan kesulitan berjalan. Beliau masih senang bila diajak jalan jalan naik mobil. Bahkan pernah sampai ke Jakarta (sehari hari tinggal di Purworejo, Jawa Tengah).
Penyakit stroke adalah salah satu penyakit yang bisa mengubah kesejahteraan fisik dan emosional penderitanya. Banyak penderita stroke yang kemudian menjadi apatis, frustasi, putus asa, dan depresi. Penurunan dorongan seksual dan perasaan hati (mood) juga sering terjadi.
Agar bisa pulih perlu dijaga rasa percaya diri, hubungan sosial dan minat atau gairah hidup. Dibawah ini beberapa strategi agar bisa pulih dari stroke:
- Jangan terlalu memaksa. Terima kenyataan bahwa memulihkan diri dari stroke merupakan sesuatu yang berat dan perlu waktu. Sasarannya adalah ” kondisi normal baru” yang setiap kemajuan yang bisa dicapai perlu disyukuri dan dirayakan. Jangan terlalu memaksa dan gunakan waktu untuk istirahat juga.
- Usahakan keluar rumah meskipun hal tersebut terasa sangat berat. Upayakan agar bisa keluar rumah, meskipun pelan pelan, dan memerlukan alat seperti kursi roda, tongkat atau alat bantu untuk jalan.
- Gabung dengan kelompok penderita stroke (support group). Berkenalan dan berteman dengan sesama penderita stroke sehingga anda bisa berbagi pengalaman, berbagi informasi dan menjalin persahabatan.
- Sampaikan kepada keluarga dan teman apa yang anda butuhkan. Mungkin keluarga atau teman tidak tahu apa yang anda inginkan. sampaikan pada mereka bahwa anda ingin makan siang diluar atau menghadiri pengajian, dll.
- Sadari bahwa anda tidak sendiri.
Tantangan dalam berkomunikasi
Penderita stroke sering mengalami gangguan bicara dan bahasa. Hal tersebut sering membuat frustasi. Beberapa saran untuk mengatasinya:
- Berlatih. Lakukan pembicaraan minimal sekali sehari. Latihan bicara sekali sehari akan membuat anda bisa mengembalikan rasa percaya diri.
- Santai dan sabar.
- Gunakan beberapa kata atau gerakan tubuh untuk menyampaikan ide anda.
- Gunakan alat bantu seperti gambar untuk menyampaikan sesuatu seperti nama anggota keluarga/ teman dan kegiatan aktivitas harian seperti mandi, dll.
