7 Kebiasaan “mematikan” yang menjauhkan dari kebahagiaan (3)

nonton-tvTulisan ini merupakan kelanjutan artikel sebelumnya

Keempat, terlalu banyak mendengarkan berita TV.

Ternyata terlalu banyak menonton berita TV membuat orang kurang bahagia.

Orang orang superkaya juga punya kebiasaan jarang menonton TV.

Untuk menambah ilmu, para super kaya melakukannya dengan membaca buku. Untuk hal hal bacaan yang bersifat hiburan, mereka mencari dan membacanya dari internet.

Orang super kaya juga jarang melihat reality show, sinetron di TV.

Dari pada memikirkan atau geram karena perilaku orang orang di senayan, mengapa tidak memakai energi dan waktu yang ada untuk memperbaiki lingkungan masing masing?

Dengan menyediakan nasi bungkus buat yang membutuhkan, memberikan kursus atau bimbingan belajar gratis, membantu menolong janda tua, dan lain lain kegiatan amal kebajikan akan membuat anda lebih bahagia.

Kelima, menginginkan agar seseorang berubah.

Pada dasarnya sangat sulit bagi seseorang untuk berubah. Menginginkan orang lain berubah akan membuat kita tidak bahagia.

Tugas kita memang hanya memberi saran, mengingatkan atau memberi nasehat, tapi apakah mereka mau berubah atau tidak itu sudah diluar kemampuan kita.

Lha wong para nabi saja tidak dapat membuat semua orang beriman…. semua nabi selalu punya musuh, orang yang tidak percaya kepadanya bahkan menganggapnya gila.

Dri pada meikirkan kelemahan atau kesalahan orang lain, pakai energi dan waktu untuk memperbaiki diri, belajar ilmu baru atau melakukan amal jariyah.

bersambung

artikel terkait: 4 jalur kebahagiaan ; 12 rahasia kebahagiaan

Salurkan zakat, infak, sedekah dan wakaf anda ke (1). Rekening Britama BRI Cabang Purworejo 0078-01-029420-50-3 atas nama Yaysan Islam Ummy, atau (2) Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo 136-00-1075666-3 atas nama Yayasan Islam Ummy

About admin

Dr Gunawan Setiadi, adalah pendiri Yayasan Ummy.
This entry was posted in Hidup bermakna and tagged , , , . Bookmark the permalink.