7 Kebiasaan “mematikan” yang menjauhkan dari kebahagiaan (2)

complainerArtikel ini merupakan kelanjutan artikel sebelumnya

Kedua, membicarakan impian tanpa berusaha mewujudkannya.

Melakukan tindakan, bukan hanya omong doang, adalah kunci kebahagiaan.

Bila kita terlalu banyak memikirkan hidup dan impian-impian, namun tidak pernah atau sangat sedikit melakukan tindakan nyata, maka dapat dipastikan bahwa hidup kita tidak akan bahagia. Hanya dalam waktu sebulan atau dua bulan, kita akan merasa hidup ini tidak berarti bila kita hanya membicarakan impian impian tapi tanpa ada usaha untuk mewujudkannya.

Cara yang tepat untuk mendapatkan kebahagiaan adalah segera melakukan langkah langkah kongkrit yang mengarah pada pencapaian tujuan. “Mulai hari ini saya akan menyisihkan 10% penghasilan untuk biaya naik haji” adalah kata kata yang tepat yang menunjukkan adanya kegiatan yang nyata yang mengarah pada suatu tujuan.

Ketiga, sering mendengarkan orang yang bicaranya selalu negatif.

Orang yang suka mengeluh hanya akan menyedot energi positif yang kita punyai.

Jarang sekali ada orang yang kebal atau tidak terpengaruh oleh keluhan keluhan yang dilontarkan oleh seseorang yang mengeluh didepannya. Mendengarkan keluhan keluhan akan membuat perasaan kita ikut menjadi negatif.

Cara terbaik mengurangi efek negatif dari orang yang suka mengeluh adalah dengan menghindarinya. Biasanya, orang yang suka mengeluh sukar diajak berpikir positif atau membuat perasaannya menjadi gembira atau positif. energi kita akan terbuang sia sia. oleh karena itu, agar perasaan kita tidak ikut-ikutan negatif, lebih baik hindari orang orang yang kerjanya hanya mengeluh melulu.

Bersambung

Sumber bacaan: http://www.lifehack.org/articles/communication/the-7-deadly-sins-happiness.html

Salurkan zakat, infak, sedekah dan wakaf anda ke (1). Rekening Britama BRI Cabang Purworejo 0078-01-029420-50-3 atas nama Yaysan Islam Ummy, atau (2) Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo 136-00-1075666-3 atas nama Yayasan Islam Ummy

About admin

Dr Gunawan Setiadi, adalah pendiri Yayasan Ummy.
This entry was posted in Hidup bermakna and tagged , , , , . Bookmark the permalink.