Autisme tidak memiliki penyebab tunggal. Mengingat kompleksitas penyakit, berbagai fakta dari gangguan autis bahwa tidak ada dua anak autis yang sama, maka diperkirakan ada banyak penyebab dari autisme. Ini mungkin termasuk:
- Masalah genetik. Sejumlah gen tampaknya terlibat dalam autisme. Beberapa mungkin membuat anak lebih rentan terhadap gangguan, ada pula yang mempengaruhi perkembangan otak atau cara sel otak berkomunikasi. Penyebab yang lain dapat menentukan keparahan gejala. Setiap masalah dalam gen dapat menjelaskan sejumlah kecil kasus, tetapi secara bersama-sama, pengaruh gen mungkin sangat besar. Beberapa masalah genetik tampaknya akan diwariskan, sedangkan yang lain terjadi secara spontan.
- Faktor-faktor lingkungan. Banyak masalah kesehatan disebabkan oleh faktor genetik dan lingkungan, dan ini mungkin terjadi dengan autisme juga. Para peneliti saat ini meneliti apakah infeksi virus dan polusi udara, misalnya, berperan dalam memicu autisme.
Tidak ada hubungan antara vaksin dan autisme
Salah satu kontroversi terbesar dalam autisme ini berpusat pada apakah ada hubungan antara autisme dan vaksin anak tertentu, terutama campak-gondong-rubela (MMR). Tidak ada penelitian yang reliable telah menunjukkan hubungan antara autisme dan vaksinasi MMR. Sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 1998 yang berteori mungkin ada link telah ditarik karena tidak cukup bukti untuk mendukung teori tersebut
Menghindari vaksinasi anak dapat menempatkan anak Anda dalam bahaya karena penyakit serius, seperti batuk rejan (pertusis), campak atau gondok.
Faktor resiko
Autisme mempengaruhi anak-anak dari semua ras dan bangsa, tetapi faktor tertentu meningkatkan risiko anak. Faktor yang meningkatkan resioko terkena autisme termasuk:
- Jenis kelamin. Anak laki-laki tiga sampai empat kali lebih mungkin untuk terkena autisme dibandingkan anak perempuan.
- Riwayat keluarga. Keluarga yang memiliki satu anak dengan autis memiliki peningkatan risiko memiliki anak lain dengan gangguan tersebut. Sering ditemui adanya orang tua atau saudara dari anak autis memiliki masalah kecil dengan keterampilan sosial atau komunikasi atau memiliki perilaku autis tertentu.
- Gangguan lain. Anak-anak dengan kondisi medis tertentu memiliki risiko lebih tinggi dari biasanya untuk memiliki autisme. Kondisi ini termasuk sindrom X rapuh, kelainan bawaan yang menyebabkan masalah intelektual; tuberous sclerosis, suatu kondisi di mana tumor jinak berkembang di otak; gangguan sindrom Tourette neurologis, dan epilepsi, yang menyebabkan kejang.
- Usia orang tua. Memiliki ayah yang lebih tua (berusai 40 atau lebih tua) dapat meningkatkan risiko anak autisme. Mungkin juga ada hubungan antara anak-anak yang lahir dari ibu yang lebih tua dan autisme, tetapi penelitian lebih lanjut diperlukan
