Tentang admin

Mengapa kita perlu repot repot bikin Klinik Umiyah
Ada beberapa alasan kenapa kita perlu repot repot buang tenaga dan duit untuk membikin Klinik Umiyah. Pertama, karena kita yakin bahwa Gusti Allah akan membalas sebuah kebaikan dengan kebaikan yang banyak. Dengan amal shalih ini kita mengharap Gusti Allah akan berkenan mengampuni segala dosa kitai, dosa kedua orang tua kita dan dosa anak keturunan kita. Kita mengharapkan agar Gusti Allah berkenan merahmati kita semua dengan kebaikan yang mengalir sampai anak cucu kita.
Kedua. Kita juga melakukan ini sebagai tanda syukur atas segala karunia yang telah Allah limpahkan kepada kita dan kepada kedua orang tua kita.
Ketiga. Kita melakukan ini bukan mengharapkan pujian karena segala puja puji hanya milik Allah semata. Kita juga tidak mempunyai motif politik. Kita tidak punya ikatan dengan partai politik manapun.
Dengan kata lain, kita hanya mengharapkan balasan dari Yang Maha Memberi.
Bila anda mempunyai visi yang sama, mari bergabung bersama. Mari kita satukan kekuatan untuk menolong saudara saudara kita yang memerlukan pelayanan kesehatan namun terkendala karena keterbatasan dana.Dukung Klinik Umiyah
Mari kita jadikan Klinik Umiyah sebagai ladang amal bersama. Caranya, dengan merujuk pasien tidak mampu yang anda kenal ke Klinik Umiyah. Insya Allah, pasien tersebut akan dirawat dengan penuh keramahan dan dedikasi. Bila Klinik Umiyah tidak mampu menanganinya, pasien akan dirujuk ke rumah sakit yang mampu menanganinya. Klinik Umiyah juga akan berusaha membantu mengusahakan dukungan dana dari berbagai pihak (pemda, dermawan, dll) bagi pasien dhuafa yang perlu dirujuk.
Cara kedua, dengan menyalurkan zakat, infaq dan sedekah ke
1. Rekening Britama BRI Cabang Purworejo 0078-01-029420-50-3 atas nama Yaysan Islam Ummy.
2. Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo 136-00-1075666-3 atas nama Yayasan Islam Ummy
Ajaklah istri/suami/bapak/ibu /saudara/teman untuk bersama sama bersedekah ke klinik Umiyah.
Semoga amal jariyah anda mendapat balasan hingga 700 kali lipat sebagaimana firman Allah SWT:
“Perumpamaan [nafkah yang dikeluarkan oleh] orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan [ganjaran] bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas [karunia-Nya] lagi Maha Mengetahui.” (Quran Surat Al Baqarah ayat 261)
-
Posting terbaru
- Laporan Keuangan Klinik Umiyah April 2013
- Altha Ar Rauf: jantungnya juga bocor
- Laula Madinah juga menderita kelainan jantung bawaan
- Menuntaskan bantuan buat Rendi Setiawan, penderita cacat jantung bawaan
- Laporan Keuangan Maret 2013
- Rahasia rezeki (3): kaya bukan berarti mulia, miskin bukan berarti hina
- Rahasia rezeki (2): Allah melapangkan dan menyempitkan rezeki
- Rahasia rezeki (1): Rezeki berasal dari Allah
- Laporan Keuangan Periode Februari 2013
- Belajar ikhlas
Categories
Arsip
Blogroll
- #sedekah rombongan Menyampaikan titipan langit
- Blog Klinik Umiyah
- Buku Gratis e-book kesehatan gratis
- Facebook Klinik Umiyah
- Facebook Tirto Jiwo melatih dan memulihkan gangguan jiwa
- Kehamilan Kumpulan artikel tentang kehamilan
- Sehat itu tak ternilai
- Tirto Jiwo memulihkan dan melatih gangguan jiwa
Pengunjung
Page views
- 24 jam terakhir: 291
- 7 hari terakhir: 1,643
- 30 hari terakhir: 7,273
- Online now: 2
Category Archives: profil pasien
Altha Ar Rauf: jantungnya juga bocor
Adik Altha Ar Rauf, lahir pada 23-04-2011, juga menderita cacat bawaan jantung bocor. Ada sekat pada jantungnya yang tidak tumbuh dan menutup sempurna. Orang tua Altha Ar Rauf, bapak Tri Pujiatmoko dan ibu Nuryati Astuti tinggal di desa Brengkelan RT … Continue reading
Laula Madinah juga menderita kelainan jantung bawaan
Pada bulan Mei 2012 Klinik Umiyah juga telah mengupayakan bantuan bagi adik Laula Madinah putri dari Bapak Suparyono dan ibu Suramiati dari Pringgowijayan RT02/01, Kutoarjo, Kabupaten Purworejo. Bapak Suparyono bekerja sebagai cleaning service di Yogyakarta. Adik Laula Madinah menderita … Continue reading
Menuntaskan bantuan buat Rendi Setiawan, penderita cacat jantung bawaan
Adik Rendi adalah seorang anak terlantar, ditinggalkan orang tuanya di jalanan, karena sang anak menderita cacat jantung bawaan. Orang tua angkatnya, Ibu Semi, tinggal di desa Baledono, Purworejo bekerja sebagai penjual minuman di pasar desa Baledono. Rendi menderita penyakit yang … Continue reading
Adik Zulfikar menderita hidrocephalus
Beberapa hari yang lalu, bu Selvi mengontak saya. Keponakannya menderita hidrocephalus. Dulu anak bu Selvi juga menderita hidrocephalus, dioperasi sampai 4 kali, menghabiskan biaya dan akhirnya anak tersebut meninggal diusia 14 tahun. Zulfikar, 2 tahun, keponakan Bu Selvi juga menderita hidrocephalus. … Continue reading
Sunatan masal ke 2, 25 Desember 2012
Alhamdulillah pada hari ini Klinik Umiyah menyelenggarakan sunatan masal. Jatah kali ini naik dibanding tahun lalu, dari 75 anak menjadi 100 anak. Sponsor utamanya adalah keluarga Bapak M. Najib dan Keluarga mas Elok Heru Wibowo. Selain disunat secara gratis dan … Continue reading
Ny. Maryatun, buruh tani, janda dirawat di Klinik Umiyah
Ny. Maryatun, 56 tahun, Warga Gintungan 2/9, seorang janda yang tinggal sendiri, sehari – hari bekerja sebagai buruh tani, dirawat di klinik Umiyah karena demam tinggi 2 hari, diare cair, mual dan muntah. setelah perawatan 2 hari kondisi pasien saat … Continue reading
Ibu Poniran Hadi sakit tifus
Ibu Poniran Hadi menderita sakit tifus. Penyakit tifus adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang bernama Salmonella Typhi. Penyakit tifus ditularkan melalui makanan yang masuk ke dalam tubuh melalui mulut. Bila kita memakan makanan yang terkena Salmonella Typhi, … Continue reading
Vitaningsih: tidak miskin tapi tidak mampu berobat
Vitaningsih sedang tidak bernasib baik. Vitaningsih menderita sakit, ada benjolan di limpanya. Ada kemungkinan merupakan suatu kanker. Sudah berobat ke RSUD Purworejo. Oleh dokter dianjurkan untuk dirujuk ke Yogya atau Solo. Masalahnya, orang tua Vitaningsih tidak mempunyai jamkesmas. Mereka tahu … Continue reading
Ny Mariyatun, janda miskin juga berobat di Klinik Umiyah
Bu Maryatun, 56 tahun, Warga Gintungan 2/9, seorang janda yang tinggal sendiri, sehari – hari bekerja sebagai buruh tani, dirawat di klinik Umiyah karena demam tinggi 2 hari, diare cair, mual dan muntah. Setelah perawatan 2 hari kondisi pasien saat … Continue reading
Tukang becak tidak takut berobat
Adik Putri Arini, 8 tahun, sehari – hari tinggal bersama orang tuanya di Lugosobo. Ayahnya bekerja sebagai tukang becak di Purworejo. Dengan penghasilan sebagai tukang becak yang tidak menentu, orang tua Putri Arini tidak takut membawa anaknya yang sakit untuk … Continue reading