Perubahan Kebijakan!

Setelah beroperasi selama hampir 4 tahun, mulai hari ini Klinik Umiyah terpaksa mengenakan biaya pendaftaran sebesar Rp 5000 dan biaya penggantian obat.

Klinik Umiyah berusaha memberikan pelayanan kesehatan secara murah dan efisien, namun tidak dapat terlaksana karena terbentur peraturan yang berlaku. Sesuai ketentuan pemerintah, Klinik Umiyah setidaknya harus mempunyai 2 dokter, 1 apoteker, 4 perawat dan 4 bidan serta tenaga pendukung lainnya. Semua itu memakan biaya sekitar Rp 20 juta per bulannya.

Dengan berkurangnya dukungan dari para dermawan, sedangkan kerja sama dengan BPJS masih dalam proses pengurusan, maka dengan terpaksa Klinik Umiyah menetapkan kebijakan baru tersebut.

Demikian pengumuman ini. semoga dapat dimaklumi

Pengurus yayasan Islam Ummy.

Posted in Uncategorized, wirausaha sosial | Comments Off

Mengambil pelajaran dari Pratham

Ternyata banyak pelajaran bisa kita ambil dari Pratham, sebuah organisasi pembelajar (learning organization) yang punya banyak inovasi.

Pratham adalah sebuah lembaga masyarakat (Public Charitable Trust) non-profit yang bergerak di bidang pendidikan dasar di India. Lembaga tersebut didirikan secara bersama oleh oleh Pemerintah Daerah  kota Mumbai, UNICEF dan beberapa pemuka masyarakat Mumbai pada tahun 1995.

Pada awal mulanya, Pratham didirikan untuk membantu pemerintah mengatasi masalah pendidikan dasar bagi anak anak dari keluarga miskin yang tinggal di daerah kumuh yang banyak tersebar di kota Mumbai. Waktu itu, Pratham diberi tugas untuk dalam waktu singkat bisa menjangkau sebanyak banyaknya anak anak usia sekolah yang tinggal di daerah kumuh.

Kini, Pratham sudah sudah berkembang hingga menjangkau 21 negara bagian dari 29 negara bagian yang ada di India. Pada tahun 2013-2014, program dari Pratham menjangkau 4,7 juta anak dan 14 600 remaja dengan dukungan 46 000 sukarelawan (volunteer). Perkembangan yang pesat tersebut bisa terlaksana karena sejak awal, Pratham menerapkan beberapa strategi, sebagai berikut:

  • Perubahan dalam skala besar. Pratham mempunyai misi untuk meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak anak di seluruh India dengan bekerja sama dengan pemerintah, masyarakat, guru, orang tua murid, dan anggota lembaga swadaya masyarakat. Dalam kerjanya, Pratham bekerja sama dan mendukung sekolah milik pemerintah. Pratham tidak menggantikan atau membuat sekolah sendiri.
  • Fokus pada inovasi. Pratham mengembangkan berbagai inovasi dalam metode belajar mengajar, bahan pelajaran dan evaluasi proses pembelajaran. Pada tahun 2005, menjadi pioner (pemula) dalam melaksanakan survei nasional belajar dan sekolah di India yang memberikan dampak yang besar terhadap perubahan kebijakan pendidikan di India.
  • Membuat model berbiaya murah dan bisa ditiru. Pratham mengembangkan berbagai metode belajar mengajar dan bahan pelajaran yang dibuat dengan biaya murah sehingga bisa diterapkan oleh organisasi lain. Pratham juga memanfaatkan ribuan sukarelawan yang telah dilatih dan selalu disupervisi.
  • Dapat dipertanggung jawabkan. Pratham bekerja dengan memberikan hasil yang nyata dan dapat dipertanggung jawabkan.
  • Advokasi. Dengan memanfaatkan hasil dari survey yang dilakukan Pratham dalam Annual Status of Education Report, Pratham dapat menyuarakan saran perbaikan dalam bidang pendidikan kepada pemerintah.
  • Tim yang kuat. Berkat dukungan berbagai ahli (dengan pendidikan S2 dan S3) dari berbagai latar belakang disiplin, maka Pratham dapat menghasilkan produk yang berkualitas.

Program yang dikembangkan dan dilaksanakan oleh Pratham, antara lain: survei tahunan pendidikan, kelas komputer, bahasa Inggris, pendidikan anak usia dini (PAUD), buku sekolah, program pendidikan bagi anak yang rentan, training vocational, program Iptek, dan program menyekolahkan kembali anak yang drop-out.

 

Posted in kisah inspiratif | Comments Off

Navin Gulia: dengan kelumpuhannya memotivasi banyak orang

Navin Gulia, kapten di angkatan bersenjata India, harus menderita kelumpuhan pinggang kebawah pada usia 20an tahun karena suatu kecelakaan.

Kelumpuhan yang dideritanya, tidak membuat Navin Gulia menjadi beban orang lain. Pada tahun 2004, Dia bahkan mendirikan sebuah organisasi sosial ‘Apni Duniya Apna Ashiana’ (Our World Our Home – Dunia Kami Rumah kami)untuk membantu anak anak cacat dari keluarga miskin. Berkat usahanya, sekitar 32 anak cacat dari keluarga miskin bisa mendapat sponsor untuk bersekolah. Organisasi sosial yang dia dirikan mengadakan berbagai kegiatan, seperti: mengadakan kelas motivasi dan inspirasi bagi anak anak desa, pemberian pakaian hangat, kampanye anti pengemis cilik, dan kegiatan sosial lainnya.

Navin Gulia juga kembaliaktif dalam kegiatan olah raga petualangan. Dia memodifikasi mobilnya, meodifikasi pesawat ringan dan hang glider bermesin sehingga Navin tetap bisa menjalan mobil, pesawat terbang ringan dan hang glider.

Karena berbagai aktivitasnya, Navin Gulia banyak mendapat penghargaan. Beberapa diantaranya adalah: National Role Model Award 2007, Penghargaan sebagai Global Indian of the Year 2005, penghargaan pemerintah untuk olah raga petualangan 2004, Chief of Army Staff Commendation 2005, Karmaveer Chakra 2009, CavinKare ‘Ability Mastery’ Award 2006, Indira ‘Youth Kranti’ Awards 2011, Godfrey Phillips ‘Mind of Steel’ 2010, Karmaveer Excellence Award 2012, CNN ibn ‘Real Heroes’ Award 2012, ‘Indian Pearl’ oleh majalah The Week magazine di tahun  2012

 

 

Posted in kisah inspiratif | Comments Off

Laporan Keuangan Februari 2015

Posted in laporan keuangan | Comments Off

Belajar dari BigHelp for Education

Big Help for education adalah sebuah organisasi non pemerintah (NGO) di India yang bergerak dibidang pendidikan. Big Help menggalang dana dari para dermawan dan kemudian menyalurkannya ke murid atau sekolah milik pemerintah yang berada di daerah terpencil dan kurang mendapat dukungan dari masyarakatnya.

Ada beberapa jenis proyek yang dikembangkan oleh Big Help:

  1. Program bea siswa. Big Help mencari anak anak kurang mampu yang bersekolah di berbagai sekolah negeri yang ada di daerah wilayah kerjanya. Beberapa kriteria yang diterapkan dalam menseleksi anak antara lain: bersekolah negeri, tinggal di daerah pedesaan, tidak menerima bantuan dari pemerintah atau sumber lain. Dalam program bea siswa, dermawan diminta untuk menyumbang dana rp 150 ribu per bulan per anak.
  2. Program bantuan sekolah. Big Help mendatangi sekolah di daerah pedesaan dan mengidentifikasi kebutuhan sekolah tersebut.  Setiap sekolah mendapat bantuan sebesar Rp. 18 juta. Untuk itu, dermawan bisa menyumbang sejumlah Rp 18 juta, atau beberapa dermawan bergabung menjadi satu untuk membiayai kebutuhan tersebut. Contoh bantuan yang diberikan oleh Big Help misalnya: pengadaan baju dan alat alat olah raga, komputer, alat alat kesenian.
  3. Hadiah penghargaan. Big Help mengajak para dermawan untuk memberikan penghargaan kepada para murid yang berprestasi. Penghargaan itu bisa diberi nama orang yang kita cintai atau kita hargai. Misalnya: hadiah juara kelas atas nama ayah/anak/istri (contoh: Hadiah juara kelas th 2015 dari Sungkono Marto Husodo), hadiah juara menggambar, hadiah juara pidato, dan lain lain.
  4. Bantuan bagi anak berkebutuhan khusus. Big Help juga menggalang dana bagi anak anak berkebutuhan khusus. Bila mereka menemukan anak berkebutuhan khusus yang memerlukan bantuan, maka Big Help akan menggalang dana untuk membantu anak tersebut. Contohnya, membelikan kursi roda untuk anak yang cacat kakinya, membelikan kaca mata, membelikan alat bantu dengar, dan lain lain.
  5. Pencarian dan pembinaan bakat. Big Help melakukan pencarian bakat (misal bakat dalam bidang olah raga, matematika, ilmu alam, seni, dan lain lain) dengan mengadakan pertandingan atau test test bakat. Big Help juga membantu pembentukan tim untuk mendukung pengembangan bakat tersebut.
  6. Program magang. Program ini memberi kesempatan kepada anak anak keturunan India yang tinggal dan bersekolah di luar negeri untuk selama liburan magang dan melakukan kegiatan sosial di India.
  7. Bea siswa prestasi. Bea siswa prestasi diberikan kepada anak anak yang berprestasi agar bisa melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi.

Semoga tulisan ini bisa mendorong seseorang (banyak orang) untuk mendirikan organisasi non pemerintah sejenis Big Help di Indonesia

Posted in Uncategorized | Comments Off

Zhang Da, Kisah Seorang Anak Teladan dari Negeri China

Seorang anak di China pada 27 Januari 2006 mendapat penghargaan tinggi dari pemerintahnya karena dinyatakan telah melakukan “Perbuatan Luar Biasa”. Diantara 9 orang peraih penghargaan itu, ia merupakan satu-satunya anak kecil yang terpilih dari 1,4 milyar penduduk China.

Yang membuatnya dianggap luar biasa ternyata adalah perhatian dan pengabdian pada ayahnya, senantiasa kerja keras dan pantang menyerah, serta perilaku dan ucapannya yang menimbulkan rasa simpati.
Sejak ia berusia 10 tahun (tahun 2001) anak ini ditinggal pergi oleh ibunya yang sudah tidak tahan lagi hidup bersama suaminya yang sakit keras dan miskin. Dan sejak hari itu Zhang Da hidup dengan seorang Papa yang tidak bisa bekerja, tidak bisa berjalan, dan sakit-sakitan.
Kondisi ini memaksa seorang bocah ingusan yang waktu itu belum genap 10 tahun untuk mengambil tanggungjawab yang sangat berat. Ia harus sekolah, ia harus mencari makan untuk Papanya dan juga dirinya sendiri, ia juga harus memikirkan obat-obat yang yang pasti tidak murah untuk dia. Dalam kondisi yang seperti inilah kisah luar biasa Zhang Da dimulai.
Ia masih terlalu kecil untuk menjalankan tanggung jawab yang susah dan pahit ini. Ia adalah salah satu dari sekian banyak anak yang harus menerima kenyataan hidup yang pahit di dunia ini. Tetapi yang membuat Zhang Da berbeda adalah bahwa ia tidak menyerah.
Hidup harus terus berjalan, tapi tidak dengan melakukan kejahatan, melainkan memikul tanggungjawab untuk meneruskan kehidupannya dan Papanya. Demikian ungkapan Zhang Da ketika menghadapi utusan pemerintah yang ingin tahu apa yang dikerjakannya.
Ia mulai lembaran baru dalam hidupnya dengan terus bersekolah. Dari rumah sampai sekolah harus berjalan kaki melewati hutan kecil. Dalam perjalanan dari dan ke sekolah itulah, Ia mulai makan daun, biji-bijian dan buah-buahan yang ia temui.

Kadang juga ia menemukan sejenis jamur, atau rumput dan ia coba memakannya. Dari mencoba-coba makan itu semua, ia tahu mana yang masih bisa ditolerir oleh lidahnya dan mana yang tidak bisa ia makan.
Setelah jam pulang sekolah di siang hari dan juga sore hari, ia bergabung dengan beberapa tukang batu untuk membelah batu-batu besar dan memperoleh upah dari pekerjaan itu. Hasil kerja sebagai tukang batu ia gunakan untuk membeli beras dan obat-obatan untuk papanya.
Hidup seperti ini ia jalani selama 5 tahun tetapi badannya tetap sehat, segar dan kuat. Zhang Da merawat Papanya yang sakit sejak umur 10 tahun, ia mulai tanggungjawab untuk merawat papanya.
Ia menggendong papanya ke WC, ia menyeka dan sekali-sekali memandikan papanya, ia membeli beras dan membuat bubur, dan segala urusan papanya, semua dia kerjakan dengan rasa tanggungjawab dan kasih. Semua pekerjaan ini menjadi tanggungjawabnya sehari-hari.
Zhang Da menyuntik sendiri papanya. Obat yang mahal dan jauhnya tempat berobat membuat Zhang Da berpikir untuk menemukan cara terbaik untuk mengatasi semua ini. Sejak umur sepuluh tahun ia mulai belajar tentang obat-obatan melalui sebuah buku bekas yang ia beli.
Yang membuatnya luar biasa adalah ia belajar bagaimana seorang suster memberikan injeksi / suntikan kepada pasiennya. Setelah ia rasa mampu, ia nekat untuk menyuntik papanya sendiri. Sekarang pekerjaan menyuntik papanya sudah dilakukannya selama lebih kurang lima tahun, maka Zhang Da sudah terampil dan ahli menyuntik.
Ketika mata pejabat, pengusaha, para artis dan orang terkenal yang hadir dalam acara penganugerahan penghargaan tersebut sedang tertuju kepada Zhang Da, pembawa acara (MC) bertanya kepadanya,

“Zhang Da, sebut saja kamu mau apa, sekolah di mana, dan apa yang kamu rindukan untuk terjadi dalam hidupmu? Berapa uang yang kamu butuhkan sampai kamu selesai kuliah?
Besar nanti mau kuliah di mana, sebut saja. Pokoknya apa yang kamu idam-idamkan sebut saja, di sini ada banyak pejabat, pengusaha, dan orang terkenal yang hadir.
Saat ini juga ada ratusan juta orang yang sedang melihat kamu melalui layar televisi, mereka bisa membantumu!”

Zhang Da pun terdiam dan tidak menjawab apa-apa. MC pun berkata lagi kepadanya, “Sebut saja, mereka bisa membantumu.”
Beberapa menit Zhang Da masih diam, lalu dengan suara bergetar ia pun menjawab,

“Aku mau mama kembali. Mama kembalilah ke rumah, aku bisa membantu papa, aku bisa cari makan sendiri, Mama kembalilah!”

Semua yang hadir pun spontan menitikkan air mata karena terharu. Tidak ada yang menyangka akan apa yang keluar dari bibirnya. Mengapa ia tidak minta kemudahan untuk pengobatan papanya, mengapa ia tidak minta deposito yang cukup untuk meringankan hidupnya dan sedikit bekal untuk masa depannya?
Mengapa ia tidak minta rumah kecil yang dekat dengan rumah sakit? Mengapa ia tidak minta sebuah kartu kemudahan dari pemerintah agar ketika ia membutuhkan, pasti semua akan membantunya.
Mungkin apa yang dimintanya, itulah yang paling utama bagi dirinya. Aku mau Mama kembali, sebuah ungkapan yang mungkin sudah dipendamnya sejak saat melihat mamanya pergi meninggalkan dia dan papanya.

Kisah di atas bukan saja mengharukan namun juga menimbulkan kekaguman. Seorang anak berusia 10 tahun dapat menjalankan tanggung jawab yang berat selama 5 tahun. Kesulitan hidup telah menempa anak tersebut menjadi sosok anak yang tangguh dan pantang menyerah.
Zhang Da boleh dibilang langka karena sangat berbeda dengan anak-anak modern. Saat ini banyak anak yang segala sesuatunya selalu dimudahkan oleh orang tuanya. Karena alasan sayang, orang tua selalu membantu anaknya, meskipun sang anak sudah mampu melakukannya.

Kopas dari: http://www.apakabardunia.com/2011/06/zhang-da-kisah-seorang-anak-teladan.html

Posted in kisah inspiratif | Comments Off

Laporan Keuangan Januari 2015

Semoga para dermawan mendapat balasan dari Allah swt denagn berlipat ganda sesuai dengan janjiNya dalam Surat Al Baqarah ayat 261:

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui

Posted in laporan keuangan | Comments Off

Ding Zhu Ji, Anak yang Berbakti Kepada Ibunya

Kurang lebih satu tahun yang lalu terdapat satu foto yang tersebar di internet dan sangat menyentuh hati siapapun yang melihatnya. Foto ini dengan cepat tersebar luas di internet dan menjadi bahan pembicaraan.

Foto tersebut memperlihatkan seorang pria paruh baya yang sedang menggendong seorang wanita tua. Layaknya seorang ibu yang menggendong anaknya yang masih kecil dengan kain gendongan. Tiga hari selepas foto tersebut tersebar, topik hangat yang jadi perbincangan adalah “siapakah dia?” banyak warga yang mencoba untuk mencari identitas sang anak yang menggendong ibunya tersebut.

Usut punya usut, ternyata Laki-laki tersebut bernama Ding Zhu Ji (62 tahun) dan perempuan tua yang digendongnya adalah ibunya yang berusia 82 tahun. Ding adalah seorang mantan petugas Biro Investigasi dari Departemen Kehakiman di Tainan.

Salah seorang kawannya mengatakan kepada Apple Daily bahwa ibu Ding menderita patah tulang pada kaki kirinya dan Ding telah melakukan serangkaian pengobatan kepada sang ibu. Dalam foto tersebut Ding terlihat sedang menggendong ibunya dirumah sakit Chi Mei Medical Center di Taiwan.

Ding memutuskan untuk menggendong sang ibu, agar dirinya dapat lebih cepat untuk tiba di rumah sakit dan sang ibu pun tidak akan merasa terlalu sakit ketika ia menggendongnya dibandingkan dengan menggunakan mobil atau kendaraan lainnya.

“Kami tidak terkejut dan juga tidak heran atas foto tersebut, dia memang dikenal sebagai seorang anak yang sangat berbakti,” ucap salah seorang teman Ding.

Salah seorang kawan Ding bahkan juga menceritakan bahwa Ding telah menolak untuk dipromosikan yang mengharuskannya pindah ke wilayah lain dengan satu alasan bahwa ia tidak akan bisa mengurus ibunya.

Ding tidak pernah menyangka aksi spontan yang dilakukannya ini menjadi pusat perhatian orang-orang yang melihatnya. Selain foto, ternyata CCTV di rumah sakit yang didatangi Ding juga merekam saat-saat Ding menggendong sang ibu layaknya seorang bayi.

Ding sempat berkisah bahwa dirinya merasa sangat berhutang budi terhadap ibunya. Di saat ibunya sedang mengandung dirinya, memasuki usia ke 6 bulan, dia dan ibunya sempat akan dibuang ke laut lantaran tidak memiliki kartu identitas ketika naik perahu bersama prajurit Taiwan. Saat itu banyak orang yang memohon agar ibunya tidak dilemparkan ke laut, beruntung seorang pria menemukan kartu identitas mereka, sehingga pada akhirnya mereka berdua bisa selamat.

Mendengar kisah mengharukan tersebut dari mulut sang ibu, Ding pun merasa sangat berhutang budi pada ibunya yang telah melahirkan dan membesarkannya tersebut. Di antara saudaranya memang dirinyalah yang paling dekat dengan sang ibu. Bahkan hingga usianya memasuki 62 tahu, dirinya masih tetap merawat sang ibu dengan penuh kasih sayang.

Namun apa yang terjadi dengan sang ibu juga menjadi suatu penyesalan yang tak terhingga untuk dirinya. Diakuinya karena kelalaian dirinya sang ibu mengalami patah kaki kiri. Untuk itulah Ding memutuskan membawa sang ibu ke rumah sakit dengan cara menggendongnya.

Benar-benar suatu kisah pengorbanan anak yang sangat menyentuh. Tidak banyak anak yang mau berbuat demikian untuk sang ibu pada zaman sekarang ini. Kisah Ding Zhu Ji ini adalah sebuah inspirasi nyata mengenai seorang anak yang berbakti kepada ibunya. Lantas apa yang sudah kita lakukan untuk orangtua kita tercinta, terutama ibu kita?

“Ibumu, Ibumu, Ibumu”, barulah kemudian “Ayahmu”Dalam pandangan Islam, penghormatan terhadap Ibu dilukiskan dalam satu hadist Abu Hurairah RA, yang menceritakan bahwa Nabi Muhammad SAW menyebut nama ‘ibumu’ hingga tiga kali ketika menjawab pertanyaan seseorang “kepada siapa aku harus berbakti pertama kali.”  Barulah yang ke empat kalinya Nabi menjawab ‘ayahmu. (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)

Menurut Imam Al-Qurthubi, Hadits tersebut menunjukkan bahwa kecintaan dan kasih sayang terhadap seorang ibu, harus tiga kali lipat besarnya dibandingkan terhadap seorang ayah.

Dalil di atas merupakan dasar nilai bagi umat Islam dalam menghormati seorang ibu. Bagi Negara Indonesia, penghormatan terhadap seorang ibu ditetapkan tanggal 22 Desember sebagai hari besar yang diperingati secara nasional.

Begitu besar pengorbanan seorang ibu sehingga dihormati dengan perayaan yang bertajuk Hari Ibu setiap tahunnya. Kasih sayang ibu memang tak terkira, ibulah yang telah melahirkan kita, merawat serta membesarkan kita dengan penuh kasih sayang. Dalam melakukan semua itu seorang ibu tidak pernah mengharapkan balasan apapun dari anaknya.

Sepantasnya, ibu diposisikan pada derajat yang tinggi. Sebab, dalam kenyataannya ibu mengalami kondisi yang sulit dalam menghadapi masa hamil, kesulitan ketika melahirkan, dan kesulitan pada saat menyusui dan merawat anak, hanya dialami oleh seorang ibu. (VAL)

Sumber: dikutip dari https://www.facebook.com/notes/mukjizat-alquran/kisah-inspiratif-ding-zhu-ji-anak-yang-berbakti-kepada-ibunya/10151953079305528

Posted in kisah inspiratif | Comments Off

Laporan Keuangan Desember 2014

Posted in laporan keuangan | Comments Off

Laporan Keuangan November 2014

Semoga para dermawan mendapat balasan berlipat ganda dari Allah SWT, dilapangkan rezekinya, dimudahkan urusannya, ditinggikan derajatnya, disehatkan jiwa raganya, dikabulkan segala doa dan permintaannya, dan dirahmati dengan kebaikan yang mengalir sampai ke anak cucu. Aamiin.

Posted in laporan keuangan | Comments Off

Laporan Keuangan Oktober 2014

Alhamdulillah, kondisi keuangan Klinik Umiyah kembali positif, walaupun belum benar benar sehat. Semoga kedepannya, Klinik Umiyah bisa semakin sehat dan berkembang menjadi rumah sakit yang khusus melayani penduduk miskin.

Pengurus Yayasan berdoa semoga Allah SWT berkenan memberi balasan kepada para dermawan dengan berlipat ganda, melapangkan rezekinya, menyehatkan jiwa raganya, meninggikan derajatnya, memudahkan segala urusannya dan erahmati dengan kebaikan yang mengalir sampai ke anak cucu. Aamiin.

Posted in laporan keuangan | Comments Off