Perubahan Kebijakan!

Setelah beroperasi selama hampir 4 tahun, mulai hari ini Klinik Umiyah terpaksa mengenakan biaya pendaftaran sebesar Rp 5000 dan biaya penggantian obat.

Klinik Umiyah berusaha memberikan pelayanan kesehatan secara murah dan efisien, namun tidak dapat terlaksana karena terbentur peraturan yang berlaku. Sesuai ketentuan pemerintah, Klinik Umiyah setidaknya harus mempunyai 2 dokter, 1 apoteker, 4 perawat dan 4 bidan serta tenaga pendukung lainnya. Semua itu memakan biaya sekitar Rp 20 juta per bulannya.

Dengan berkurangnya dukungan dari para dermawan, sedangkan kerja sama dengan BPJS masih dalam proses pengurusan, maka dengan terpaksa Klinik Umiyah menetapkan kebijakan baru tersebut.

Demikian pengumuman ini. semoga dapat dimaklumi

Pengurus yayasan Islam Ummy.

Posted in Uncategorized, wirausaha sosial | Comments Off on Perubahan Kebijakan!

Ibu Sumirah, tukang pijat yang mampu membangun masjid

Ibu SumirahMenjadi tukang pijat belumlah cukup. Sumirah nyambi jadi tukang sol sepatu, penjahit, dan pekerja pabrik. Sebagian hasil keringatnya itu ia gunakan untuk membangun madrasah, masjid, mushala, dan mengurus anak yatim. Ternyata, beramal tidak harus menunggu kaya.

Penolakan halus langsung diucapkan Sumirah, pimpinan Panti Asuhan Yatim Piatu Amanah, Rungkut, Surabaya, saat akan diwawancarai Surya untuk tulisan ini. “Saya ini apalah mbak, kok pakai diwawancarai. Masih banyak yang lebih bagus, lebih pintar, dan lebih hebat,” elaknya saat ditemui di Panti Asuhan Amanah sekaligus rumahnya di Jalan Pandugo Gg II Nomor 30 B, Rungkut, Senin (15/9).

Secara materi, Sumirah memang belum bisa dibandingkan dengan pengusaha sukses. Namun, kekayaan hati Sumirah mungkin hanya dimiliki segelintir orang pada abad ini.

Perempuan kelahiran 3 April 1965 ini tak cukup mengelola panti asuhan. Ia mendirikan madrasah, masjid, dan mushala di kampungnya, Pacitan. Mungkin juga sulit dipercaya, Sumirah menghidupi anak-anak yatim dengan menjadi tukang pijat panggilan.

Rasa empati Sumirah sudah terpupuk sejak kecil. Ia terbiasa bergaul dengan anak-anak yatim asuhan almarhum Atmorejo, ayahnya. “Saat itu ada 100 anak yatim dan anak-anak lain yang berlatih ilmu kanuragan (kebatinan) di rumah. Mereka semua tinggal di rumah,” kata ibu lima anak ini.

Secara materi Sumirah kecil tercukupi, tetapi didikan ayahnya tidak membuatnya manja. Bahkan, sejak kelas II SD ia sudah menjadi tukang pijat alternatif, warisan keahlian turun temurun. Duitnya “ditabung” di mushala di Desa Kembang, Kecamatan Pacitan.

“Saat itu saya masih ingat nasihat ayah, ‘Kalau kamu punya rezeki, 50 persen untuk kamu dan 50 persen lagi untuk mushala. Pasti rezeki itu akan barokah’,” ujarnya.

Pesan almarhum ayahnya terus diingat Sumirah. Setiap rupiah yang dihasilkan selalu disisihkan untuk mushala. Begitu pula ketika orderan memijat merambah hingga Madiun, bahkan Semarang.

Saat SMP Sumirah dan kakaknya hijrah ke Jakarta. Di kota megapolitan ini Sumirah tidak tertarik mencicipi pekerjaan lain. Kebetulan, kemampuan memijatnya tersohor hingga ke Jawa Barat. Pada 1986 Sumirah dan suami mencari peruntungan di Surabaya. Di kota ini selain tetap memijat, ia bekerja di pabrik PT Horison Sintex (sekarang Lotus). Ia hanya masuk pabrik hari Selasa, Rabu, dan Kamis.

Namun, dua profesi itu belum cukup. Merasa waktunya masih senggang, Sumirah mencari pekerjaan sampingan. Ia menjadi tukang sol sepatu, menjahit baju, dan tukang keriting rambut. “Karena pekerjaan banyak, rata-rata saya hanya tidur dua jam sehari. Mijat saja sehari hingga 20 kali,” katanya sambil tersenyum.

Kerja keras itu impas dengan hasilnya. Sehari, tidak kurang ia mengantongi Rp 2 juta. Namun, limpahan uang itu tidak membuatnya mabuk. Uang itu dialirkan untuk membangun madrasah, mushala-mushala, dan masjid di desanya. Sumirah enggan menyebut nama mushala itu. “Nanti saya ndak diridaikalau pamer,” katanya.

Suatu ketika, Sumirah pulang kampung. Jalan di desanya tidak bisa dilewati karena rusak berat. Prihatin, ia dan suaminya memperkeras seluruh jalan itu dengan paving blok. Walhasil, rencana naik haji seketika batal karena simpanan Rp 60 juta habis untuk ongkos paving.

“Saya tidak pernah menyimpan uang di bank. Bukan apa-apa, tapi karena tanda tangan saya tidak pernah sama. Itu tentu tidak boleh kan?” katanya.

Hidup Sumirah teruji saat dia melihat banyak anak telantar di sekitar kampungnya. Dia nekat menampung 54 anak yatim itu di rumahnya yang berukuran 2,5 meter x 13 meter. “Sebagian dari mereka saya koskan di depan rumah. Saya sewa tiga kamar,” katanya.

Masalah datang ketika anak asuhnya ndableg dengan menghabiskan air dan sabun milik ibu kos. Sekitar pukul 21.00 anak-anak itu diusir. “Mereka saya tampung di rumah saya. Jadi, mereka tidur sambil duduk,” kata Sumirah.

Esoknya, Sumirah mencari kontrakan untuk mereka. Tawaran kontrakan Rp 4 juta ditolak karena Sumirah tak punya duit. Di tengah kesulitan ia berdoa. Mendadak ada semacam dorongan untuk menghubungi Pak Triyono, dermawan dari Barata Jaya, Surabaya. Sumirah kaget, Pak Triyono memberinya zakat maal (zakat kekayaan) sejumlah Rp 4 juta. “Agar tidak mengganggu penduduk kampung, pagi-pagi sekali kami pindahan,” katanya.

Panti Asuhan Amanah kini menampung 60 anak yatim, dibangun Sumirah pada 1996. Mereka kanak-kanak hingga remaja. Belum lama ini Sumirah mengasuh balita yang ditinggal mati bapaknya. Amelia, balita itu, sekarang berumur sembilan bulan. “Oh ya, Saya sudah menikahkan 13 anak di sini, 16 Oktober nanti saya mantu lagi,” ujarnya dengan mata berbinar.

Untuk mencukupi hidup anak asuhnya, Sumirah tidak mengandalkan bantuan donatur yang sebagian adalah pelanggan pijatnya. Selepas subuh, anak yatim itu berdagang kelapa kupas, sayuran, dan bumbu. Sumirah dan suami juga membuka toko kelontong.

Mengakhiri kisahnya, Sumirah sempat bilang, “Pergunakanlah mata hati. Banyak orang pintar yang belum tentu mengerti.”(MUSAHADAH)

Dikopas dari http://regional.kompas.com/read/2008/09/19/08462836/pemijat.itu.bisa.bangun.masjid.dan.kampungnya

Posted in kisah inspiratif | Tagged , , | Comments Off on Ibu Sumirah, tukang pijat yang mampu membangun masjid

Mengajarkan welas asih pada anak

compassionWelas asih (compassion), selain bersyukur, merupakan salah satu karakter yang jarang dipunyai anak anak dengan gangguan jiwa.

Kalau kita perhatikan ciri ciri umum anak anak dengan gangguan kepribadian, maka sifat atau karakter yang menonjol pada mereka adalah karakter yang egois, mementingkan diri sendiri, mendahulukan kepentingan sendiri.

Beberapa karakter yang dijumpai pada penderita depresi, bipolar, dan gangguan jiwa lain juga karena mereka terlalu focus kepada diri mereka sendiri. Mereka kurang memperhatikan atau memikirkan perasaan atau kebutuhan orang lain.

Dengan kata lain, karakter welas asih perlu dipunyai anak anak agar terhindar dari berbagai jenis gangguan jiwa.

Berikut ini, beberapa langkah untuk mengajarkan anak agar mempunyai sifat welas asih:

  • ™Rayakan ulang tahun anak dengan mengundang anak yatim, berikan sebagian hadiah ulang tahun kepada anak yatim
  • ™Ajari anak untuk melayani sesama anggota keluarga dirumah (bergantian menyiapkan makan bersama)
  • ™Pelihara kucing atau binatang peliharaan dirumah
  • ™Ajak anak mengunjungi rumah sakit dan atau panti asuhan
  • ™Ajak anak untuk ikut membantu tetangga yang membutuhkan pertolongan
  • ™Ajak anak anak untuk memberikan mainan bekas ke anak anak keluarga miskin
  • ™Dorong anak agar mengajak anak dari keluarga miskin ikut bermain dirumah
  • ™Ajak anak untuk ikut membagikan nasi bungkus ke tukang becak, pekerja kasar atau keluarga miskin.
  • ™Orang tua harus menjadi role model sebagai seorang yang welas asih

Salurkan zakat, infaq, sedekah atau wakaf anda ke Klinik Umiyah melalui Rekening Britama BRI Cabang Purworejo 0078-01-029420-50-3 atas nama Yaysan Islam Ummy. atau Rekening Bank Mandiri KCP Purworejo 136-00-1075666-3 atas nama Yayasan Islam Ummy

Posted in panduan kesehatan | Tagged , | Comments Off on Mengajarkan welas asih pada anak

Laporan Keuangan Juli 2015

Jpeg

Laporan Keuangan Juli 2015

Umiyah-072015Terlampir laporan kegiatan dan keuangan periode Juli 2015.

Semoga Allah swt berkenan membalas sedekah dari para dermawan dengan balasan berlipat ganda.

“Orang-orang yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati” Al Quran  Surat  Al-Baqarah [2] : 274

Posted in laporan keuangan | Tagged , , | Comments Off on Laporan Keuangan Juli 2015

10 Jalan membuat jiwa tahan banting (2)

Tulisan ini merupakan kelanjutan artikel sebelumnya

Beberapa jalan menuju jiwa tahan banting:

  • Tetapkan tujuan (cita cita) dan melangkah maju. Tetapkanlah tujuan (goal) atau cita cita yang realistis dan lakukan langkah langkah (sekecil apapun) yang mengarah kearah tercapainya cita cita. Bila kita terkena ganggian jiwa, dan ingin meneruskan kuliah, maka kita dapat mulai dengan latihan konsentrasi (belajar memahami suatu bab dari buku pelajaran), belajar bergaul, dan belajar mengatur waktu.
  • Hadapi masalah dan ambil keputusan.. Latihlah diri kita masing masing agar berani menghadapi masalah. Sebagai contoh, bila kita merasa sedih dan tidak ada tenaga, maka segera mandi dengan air hangat dan pergi keluar rumah (mengobrol dengan teman, jalan jalan ke taman). Bila kita takut menghadapi guru karena tidak dapat mengerjakan PR, maka segera bangkit cari teman yang mau membantu mengerjakan PR dan besoknya temui guru.
  • Lihat peluang sebagai alat untuk memahami diri sendiri. Ketika kita menghadapi masalah yang cukup besar, maka sifat kita yang paling dasar akan muncul. Oleh karena itu, bila kita menghadapi masalah, pakailah kesempatan tersebut untuk lebih memahami diri sendiri. Bila kita kesulitan mencari pekerjaan, maka hal tersebut dapat dipakai sebagai cermin bagi diri kita dan memperbaiki diri sendiri. Mungkin kita belum dapat pekerjaan karena nilai kita jelek (dulu malas belajar), karena kita tidak dapat bergaul (maka berlatihlah untuk bergaul), karena kurang beriman, dll.
  • Pupuk rasa percaya diri, kurangi kritik negatif terhadap diri. Terlalu sering menyalahkan diri sendiri akan membuat kita kurang percaya diri. Pelan pelan tumbuhkan rasa percaya diri, misalnya dengan membuat daftar hal hal positif yang pernah kita capai (ulangan matematika dapat nilai 8, dapat membuat pekerjaan tangan, juara menggambar,d ll).
  • Pandang segala sesuatunya dalam perspektif. Jangan terlalu ribut dengan hal hal kecil, tetapi lihat segala sesuatunya dalam perspektif. Begitu juga ketika menghadapi suatu masalah, atau mengalami kesedihan atau ketakutan, letakkanlah dalam perspektif. Biasanya kesedihan akan berkurang dengan berjalannya waktu. Bila kita sedih karena motor hilang, lihatlah bahwa tanpa sepeda motor hidup masih dapat berjalan secara normal.
  • Optimis, lihat sisi positif dari suatu masalah. Peliharalah sifat optimistik. Segala sesuatu masalah selalu ada jalan keluarnya. Hanya kita perlu sabar dan berusaha, serta berdoa. Dengan pandangan yang optimistik, kita akan dapat melihat jalan keluar dari setiap masalah. Kita juga akan dapat mengambil pelajaran dari masalah masalah tersebut.
Posted in Uncategorized | Comments Off on 10 Jalan membuat jiwa tahan banting (2)

10 Jalan menjadikan jiwa kita tahan banting (1)

thUZ27XAPYJiwa yang tahan banting (resilience) adalah jiwa yang segera bangkit begitu terkena pukulan atau trauma psikologis yang berat, seperti kehilangan orang yang disayangi, kehilangan pekerjaan, mengalami bencana, terkena penyakit berat, dan lain lain.

Menurut ahli kesehatan jiwa dari Mayo Clinic, sifat utama dari jiwa yang tahan banting adalah: jiwa yang selalu bersyukur (grateful) dan mau berkorban/ menolong orang lain (compassion). Latihan agar mempunyai jiwa tahan banting perlu diberikan, terutama kepada anak anak hingga mencapai usia dewasa. Jiwa yang tahan banting akan membuat mereka dapat mencapai kesuksesan dan kebahagiaan hidup, meskipun badai kehidupan menghantam.

Berikut ini 10 jalan menuju jiwa yang tahan banting yang disarankan oleh American Psychological Association dalam artikelnya road to resilience:

  • Buat jaringan (get connected). Jangan hidup menyendiri, buatlah jaringan persaudaraan dengan anggota keluarga maupun jaringan persahabatan dengan sebanyak mungkin teman. Ikutlah kelompok kelompok pertemanan (pramuka, karang taruna), kelompok pengajian, dan lain lain. Lakukanlah kegiatan kerja suka rela dan menolong orang yang membutuhkan. Jaringan persahabatan dan kegiatan positif (menolong orang yang membutuhkan) akan membuat jiwa jadi kuat.
  • Hindari melihat krisis (masalah besar) sebagai persoalan yang tidak dapat diatasi. Hal hal yang tidak diinginkan tetap saja akan terjadi dalam hidup ini, namun kita dapat melihat perspektif yang berbeda dari masalah tersebut. Sebuah kecelakaan yang menyebabkan kehilangan kaki, misalnya, bukanlah akhir dari segalanya. Banyak hal dapat dilakukan, meskipun hidup tanpa kedua kaki. Banyak masalah yang dengan berjalannya waktu, akhirnya akan dapat diatasi.
  • Terima bahwa perubahan merupakan bagian dari kehidupan. Tidak ada yang abadi didunia ini. Setiap saat banyak hal berubah. Kendalikan hal hal yang dapat dikontrol dan pasrahkan kepada Tuhan hal hal yang berada diluar kendali kita

Bersambung

Posted in panduan kesehatan | Tagged , | Comments Off on 10 Jalan menjadikan jiwa kita tahan banting (1)

Laporan Keuangan Juni 2015

Umiyah_juni_15Umiyah2_juni_15Semoga Allah swt berkenan membalas amal shaleh para dermawan dengan berlipat ganda sebagaimana firman-Nya dalam Surat Al Baqarah ayat 261

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.

Posted in laporan keuangan | Tagged , | Comments Off on Laporan Keuangan Juni 2015

Laporan Keuangan Mei 2015

Posted in Uncategorized | Comments Off on Laporan Keuangan Mei 2015

Laporan Keuangan April 2015

Semoga amal sholeh dari para dermawan mendapat balasan berlipat ganda, dilapangkan rezekinya, dimudahkan jalannya, ditinggikan derajatnya, dan dilimpahkan rahmat yang mengalir sampai anak cucu.

Posted in laporan keuangan | Comments Off on Laporan Keuangan April 2015

Laporan Keuangan Maret 2015

Posted in laporan keuangan | Comments Off on Laporan Keuangan Maret 2015

Akshaya Patra, mengabdi di bidang pendidikan

Pekerja di dapur

Pekerja sedang memnyiapkan makan siang

Akshaya Patra adalah sebuah organisasi non pemerintah yang non-profit (tidak mencari untung) di India. Lembaga swadaya masyarakat tersebut bergerak dalam bidang pemberian makan siang kepada murid murid sekolah dasar milik pemerintah. Dalam melaksanakan misinya, Akshaya Patra bekerja dengan pemerintah dan swasta. Dana untuk pemberian makan siang tersebut berasal dari dana pemerintah dan sumbangan dari para dermawan, termasuk sumbangan dari berbagai perusahaan sebagai bagian dari corporate social responsibility (CSR).

Pada tahun pertama beroperasi, tahun 2000, Akshaya Patra baru mampu menyediakan makan siang kepada 1500 anak di 5 sekolah. Pada tahun 2014, lembaga tersebut telah mampu memberikan makan siang kepada 1,4 juta anak di 10.770 sekolah. Kini Akshaya Patra sudah memiliki dapur di 24 lokasi yang tersebar di 10 negara bagian India.

Selain menyediakan makan siang kepada para murid sekolah, Akshaya Patra juga mempunyai program berupa penyediaan makan kepada para gelandangan, dapur umum ketika terjadi bencana, makan murah (bersubsidi) kepada masyarakat miskin, makan kepada anak jalanan.

Dalam perkembangannya, Akshaya Patra tidak hanya menyediakan makanan, namun juga mulai memberikan les atau kursus diluar jam sekolah, pemeriksaan kesehatan berkala, camping anak sekolah dimasa liburan, dan berbagai kegiatan lainnya.

Posted in kisah inspiratif | Comments Off on Akshaya Patra, mengabdi di bidang pendidikan