Laporan Keuangan Klinik Umiyah April 2013

Alhamdulillah, selama periode April 2013, Klinik Umiyah telah memberikan pelayanan rawat jalan kepada 724 masyarakat dhuafa yang datang ke Klinik Umiyah untuk mendapatkan pelayanan kesehatan umum, 36 pasien KB dan 20 ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya, 13 pasien rawat inap dengan 39 hari rawat inap.

Dari sisi keuangan, alhamdulillah banyak dermawan yang tergerak hatinya untuk menyumbang melalui Klinik Umiyah.

Selama periode bulan April 2013, saldo keuangan Klinik Umiyah ada sedikit kenaikan, yaitu dari sekitar Rp 41 juta meningkat menjadi sekitar Rp 44 juta.

Atas nama para dhuafa yang mendapat manfaat dari Klinik Umiyah dan para pengelola, kami mengucapkan terima kasih. Selepas sholat tahajud kami selalu berdoa: “Ya Allah, ampunilah segala dosa para dermawan dan juga dosa kedua orang tua mereka. Lapngkanlah rezekinya, mudahkanlah segala urusannya dan rahmatilah mereka dengan kebaikan yang mengalir sampai ke anak cucu. Aamiin.

Posted in laporan keuangan | Comments Off

Altha Ar Rauf: jantungnya juga bocor

Adik Altha Ar Rauf, lahir pada 23-04-2011, juga menderita cacat bawaan jantung bocor. Ada sekat pada jantungnya yang tidak tumbuh dan menutup sempurna. Orang tua Altha Ar Rauf, bapak Tri Pujiatmoko dan ibu Nuryati Astuti tinggal di desa Brengkelan RT 04/ 01, Kelurahan Baledono, Kota Purworejo. Pak Tri Pujiatmoko adalah karyawan Binamas.

Alhamdulillah, dengan bantuan Program Sosial Indonesia Tersenyum (PSIT) biaya operasi bagi adik Altha Ar Rauf bisa terlaksana pada tanggal 10 Mei 2012 di RS Jantung Harapan kita, Jakarta. Adik Altha ar Rauf sudah kembali ke Purworejo pada 29 Mei 2012 yang lalu.

Meskipun biaya operasi telah ditanggung oleh PSIT, keluarga Pak Tri Pujiatmoko memerlukan biaya transportasi dan akomodasi bagi pendamping pasien. Alhamdulillah, ada bantuan sebesar Rp 500.000 dari Badan Amil Zakat (BAZ) dan bantuan sebesar Rp. 1.250.000 dari dermawan melalui Klinik Umiyah.

Mari kita jadikan Klinik Umiyah sebagai gardu penghubung kebaikan

 

Posted in profil pasien | Comments Off

Laula Madinah juga menderita kelainan jantung bawaan

 

Laula Madinah bersama kedua orang tua

Pada bulan Mei 2012 Klinik Umiyah juga telah mengupayakan bantuan bagi adik Laula Madinah putri dari Bapak Suparyono dan ibu Suramiati dari Pringgowijayan RT02/01, Kutoarjo, Kabupaten Purworejo. Bapak Suparyono bekerja sebagai cleaning service di Yogyakarta.

Adik Laula Madinah menderita cacat jantung bocor. Alhamdulillah pada tanggal 8 Mei 2012 telah dioperasi di RS Jantung Harapan Kita, Jakarta. Biaya operasi ditanggung oleh Program Sosial Indonesia Tersenyum (PSIT). Untuk biaya menunggu pasien, Klinik Umiyah menyumbang dana Rp 1.250.000, Badan Amil Zakat Rp. 750.000 dan Panitia Hari Kartini, Purworejo menyumbang sebesar Rp. 500.000.

Alhamdulillah, beban yang berat akan terasa lebih ringan bila didukung ramai ramai.

Posted in profil pasien | Tagged , | Comments Off

Menuntaskan bantuan buat Rendi Setiawan, penderita cacat jantung bawaan

Rendi Setiawan dan Bu Kesi (klinik Umiyah)

Adik Rendi adalah seorang anak terlantar, ditinggalkan orang tuanya di jalanan, karena sang anak menderita cacat jantung bawaan. Orang tua angkatnya, Ibu Semi, tinggal di desa Baledono, Purworejo bekerja sebagai penjual minuman di pasar desa Baledono.

Rendi menderita penyakit yang disebut Tetralogy of Fallot. Tetralogi Fallot (TOF) adalah cacat jantung dengan empat kelainan anatomi sebagai berikut :

  • Defek Septum Ventrikel (VSD) yaitu lubang pada sekat antara kedua rongga ventrikel
  • Stenosis pulmonal (penyempitan pembuluh darah ke paru) terjadi karena penyempitan klep pembuluh darah yang keluar dari bilik kanan menuju paru, bagian otot dibawah klep juga menebal dan menimbulkan penyempitan
  • Aorta overriding dimana pembuluh darah utama yang keluar dari ventrikel kiri mengangkang sekat bilik, sehingga seolah-olah sebagian aorta  keluar dari bilik kanan
  • Hipertrofi (pembesaran) ventrikel kanan atau penebalan otot di ventrikel kanan karena peningkatan tekanan di ventrikel kanan akibat dari stenosis pulmonal

Alhamdulillah, Rendi telah menjalani operasi jantung I untuk membetulkan sebagian kelainan anatomis tersebut pada tahun 2012. Biaya operasi ditanggung oleh program Jamkesmas. Alhamdulillah, biaya transportasi dan biaya pendamping pasien didukung bersama oleh para dermawan.

Rendi masih harus menjalani operasi yang kedua yang direncanakan akan dilaksanakan pada tahun 2013 ini. Beberapa hari yang lalu Rendi sudah dibawa ke RS Sarjito dan menjalani pemeriksaan kateterisasi jantung. Berdasar hasil kateterisasi jantung tersebut akan ditentukan langkah penanganan selanjutnya.

Mari kita bantu agar adik rendi Setiawan bisa sembuh secara total.

Posted in profil pasien | Comments Off

Laporan Keuangan Maret 2013

Alhamdulillah selama periode bulan Maret 2013, Klinik Umiyah berkesempatan memberikan pelayanan kepada 729 pasien rawat jalan, 70 pasien KB, 17 ibu hamil yang periksa kehamilannya dan memberikan pertolongan kepada 3 ibu melahirkan dan 14 penderita yang dirawat inap selama 14 hari.

Dari sisi keuangan, alhamdulillah pada bulan Maret 2013, Klinik Umiyah mendapat dana sedekah yang cukup besar (Rp 25 juta) dari salah seorang dermawan. Selain itu, Klinik Umiyah juga tetap mendapat dukungan dari para dermawan yang konsisten mendukung keuangan Klinik Umiyah.

Perlu kami sampaikan bahwa pasien yang berobat ke Klinik Umiyah tidak harus membayar dalam jumlah tertentu. Para pasien cukup memasukkan dana kedalam kotak infaq yang tersedia. Infaq yang disumbangkan pada bulan Maret 2013 mencapai Rp. 6.708.000. Kalau melihat angkanya berarti ada pasien yang memasukkan uang dalam pecahan ribuan. Meskipun demikian, ada juga pasien yang memasukkan uang-uangan (Rp 50.000 uang mainan) dan juga ada yang memasukkan amplop yang berisi obat bodrex. kami tidak tahu apakah mereka ingin bergurau atau “terpaksa” memasukkan sesuatu karena merasa malu bila tidak menyumbang sama sekali.

Kepada para dermawan, kami atas nama pengurus Yayasan dan para pasien dhuafa mengucapkan ribuan terima kasih. Setiap selesai sholat tahajud kami berdoa kepada Allah SWT:” Ya Allah, ampunilah segala dosa para dermawan yang telah menyumbang kepada Klinik Umiyah, ampunilah juga dosa kedua orang tua mereka. Anugerahkanlah kepada para dermawan kelapangan rezeki, kemudahan dalam segala urusan dan rahmat (berupa kebaikan) yang mengalir sampai ke anak cucu. Aamiin.”

 

Posted in laporan keuangan | Comments Off

Rahasia rezeki (3): kaya bukan berarti mulia, miskin bukan berarti hina

Saat ini sebagian besar manusia mengukur keberhasilannya dengan seberapa banyak materi yang bisa mereka kumpulkan. Semakin banyak materi dan kemewahan yang dikumpulkan, semakin terhormat pula kedudukannya dimata sebagian besar manusia. Kebalikannya, semakin miskin, semakin rendah pula kedudukan sosialnya.

Sebagai dampaknya, orang berlomba-lomba mengumpulkan materi meskipun dengan cara tidak halal, seperti korupsi. Karena masyarakatnya sudah menjadi materialistis, maka meskipun sudah ketahuan kekayaannya berasal dari korupsi, masyarakat tidak memandang rendah kepada koruptor tersebut. Tidak ada hukuman sosial dari masyarakat terhadap para koruptor.

Allah melapangkan dan menyempitkan rezeki seseorang, namun Allah tidak memandang bahwa bila rezekinya dilapangkan berarti orang tersebut sedang dimuliakan kedudukannya.  Sebaliknya bila sedang disempitkan rezekinya tidak berarti mereka sedang di hinakan. Kita simak ayat Al quran Surat Al-Fajr 89:15-16 sebagai berikut:

Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata: “Tuhanku telah memuliakanku“.

Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezekinya maka dia berkata: “Tuhanku menghinakanku”.

Tuhan melapangkan atau menyempitkan rezeki seorang hambanya sebagai alat untuk menguji ketakwaannya. Dimata Allah, orang kaya tidak berarti lebih mulia dibandingkan dengan orang miskin. Dimata Allah, hanya ketakwaanlah yang menjadi tolok ukurnya.

Diantara para nabi, kita mengenal nabi Ibrahim, nabi Sulaiman dan nabi Yusuf yang kaya raya. Namun kita juga mengenal nabi yang hidup sederhana seperti nabi Muhammad, nabi Ayub dan nabi Isa.

Posted in Uncategorized | Comments Off

Rahasia rezeki (2): Allah melapangkan dan menyempitkan rezeki

Rezeki itu misterius. Tidak ada rumus yang pasti tentang rezeki. Banyak ahli yang mencoba menganalisa karakteristik orang kaya dan membandingkannya dengan orang miskin. Mereka menemukan setidaknya ada 17 cara berpikir dan bertindak orang kaya yang tidak dipunyai orang miskin. Namun menurut saya, karakteristik atau cara berpikir tersebut tidak menjamin akan membuat seorang miskin menjadi kaya. Selain itu, banyak orang kaya yang hanya memiliki beberapa karakteristik orang kaya saja namun mereka tetap kaya. Dilain pihak, banyak juga orang miskin yang memiliki karakteristik atau pola pikir yang sama banyaknya, namun tetap miskin.

Saya ambilkan beberapa contoh diantaranya:

  • Orang kaya memberi nilai tambah (added value). Kebanyakan orang kaya memang mempunyai usaha yang memberi nilai tambah (misalnya bikin mobil, pesawat, air minum, dll). Namun dilain pihak, banyak orang kaya yang hanya sedikit memberi nilai tambah. Hal ini terutama banyak dijumpai diantara para penghibur: penyanyi, bintang film, pemain bola. Dilain pihak, guru atau profesor yang menghasilkan murid yang hebat, relawan yang membantu korban bencana, mereka tidak menjadi kaya meskipun memberi nilai tambah yang tidak sedikit.
  • Orang kaya mengagumi orang kaya lainnya, sedang orang miskin iri atau dengki dengan orang. Kalau ingin kaya kita harus mengagumi orang kaya dan tidak boleh iri. Namun dalam kenyataannya, banyak sekali orang miskin yang mengagumi orang kaya, namun tetap miskin. Dilain pihak banyak orang kaya yang mengagumi orang miskin (atau setidaknya tidak kaya), namun mereka tetap saja kaya. Contohnya: Banyak orang kaya yang mengagumi orang miskin (yang hebat) dan tidak suka dengan orang kaya yang pelit, si kaya tetap saja kaya dan tidak menjadi miskin.
  • Orang kaya selalu Penuh Daya Upaya, Orang kaya tidak mudah menyerah. Menurut para ahli tersebut, orang kaya percaya bahwa visi dan mimpi mereka akan terwujud sehingga berani menghadapi segala rintangan mencapai apa yang mereka impikan. Sedang orang miskin cenderung selalu mencari alasan bila menghadi sebuah rintangan. Padahal dalam kenyataannya, di dunia ini banyak sekali kita jumpai orang miskin yang bekerja keras dan pantang menyerah, namun tetap saja miskin. Perhatikan saja bagaimana pengusaha kecil di Jakarta yang harus berangkat kerja sehabis subuh dan pulang malam, namun tetap miskin.Banyak orang yang sudah membuat visi misi, proposal hidup yang hebat hebat, namun tetap saja hal tersebut  tidak membuat mereka kaya.

Yang benar adalah Allah yang melapangkan dan menyempitkan rezeki. .

Coba kita simak ayat berikut:

“ Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia (pula) yang menyempitkan baginya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu” (QS Al Ankabut 29:62)

Selain itu, seseorang menjadi kaya bukan karena usahanya atau kehebatannya semata. Kita bisa belajar dari kisah Karun didalam Al Quran Surat Al Qasas 28: 76-82.

“Sesungguhnya Karun adalah termasuk kaum Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: “Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri”.

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.

Karun berkata: “Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku”. Dan apakah ia tidak mengetahui, bahwasanya Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu, tentang dosa-dosa mereka.

Maka keluarlah Karun kepada kaumnya dalam kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia: “Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Karun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar“.

Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: “Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala itu, kecuali oleh orang-orang yang sabar”.

Maka Kami benamkanlah Karun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya terhadap azab Allah. Dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya).

“Dan jadilah orang-orang yang kemarin mencita-citakan kedudukan Karun itu, berkata: “Aduhai, benarlah Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hambanya dan menyempitkannya; kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita benar-benar Dia telah membenamkan kita (pula). Aduhai benarlah, tidak beruntung orang-orang yang mengingkari (nikmat Allah)”.

Posted in panduan keuangan | Tagged , , , | Comments Off

Rahasia rezeki (1): Rezeki berasal dari Allah

Mengapa admin website Klinik Umiyah dan Tirto Jiwo perlu menulis tentang rahasia rezeki segala?

Di klinik Umiyah (www.klinik-umiyah.com) dan Tirto Jiwo (www.tirtojiwo.org) pasien membayar biaya obat dan pelayanan dengan memasukkan kedalam kotak amal yang tertutup. Tidak ada tarif. Bisa dimaklumi bila jumlah infak dari pasien tersebut tidak pernah mencukupi semua biaya pengobatan (obat, gaji, biaya operasional, dll). Alah yang menutup kekurangannya melalui tangan tangan para dermawan. Lihat laporan keuangan Klinik Umiyah disini. Tanpa adanya keyakinan bahwa rezeki berasal dari Allah, maka kita tidak akan berani membuka Klinik dengan model pembayaran seperti itu.

Diharapkan, dengan semakin baiknya pemahaman masyarakat tentang rahasia rezeki, semakin sejahteralah hidup umat Islam, semakin banyak pula dermawan yang bersedekah mendukung Klinik Umiyah. Selain itu, ketidak tahuan dan kesalahan dalam pengelolaan uang bisa membuat seseorang menjadi stress. Stress bisa memicu munculnya gangguan jiwa.

Oleh karena itu, sambil belajar tentang masalah rezeki, harta dll, saya coba tuliskan hasil belajar tersebut. Daripada ilmu hanya disimpan sendiri, insya Allah dengan menyebarkan ilmu yang bermanfaat, saya juga akan dapat pahala. Saya akan mencoba membuat  tulisan bersambung dengan tema yang berkaitan dengan rezeki (termasuk harta, infak, hidup hemat, dll) yang disusun dengan mengambil referensi dari Al Quran dan hadis.

Prinsip 1. Rezeki dari Allah

Rezeki itu dari Allah dan hanya dari Allah. Coba kita simak ayat ayat berikut:

“Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendiri.Allah-lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.(QS Al ankabut : 60)

“Dan mereka menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat memberikan rezeki kepada mereka sedikitpun dari langit dan bumi, dan tidak berkuasa (sedikit juapun)” (Quran 16:73)

Apa implikasinya bagi kita? Pertama, pekerjaan atau jabatan hanyalah sebagai sarana atau saluran/ jalan dari Allah agar rezeki tersebut sampai kepada kita. Bukan pekerjaan atau jabatan yang menentukan rezeki tapi rezeki kita yang menentukan pekerjaan atau jabatan kita. Bila Allah berkehendak melapangkan rezeki kita, maka berbagai hal bisa terjadi, misalnya: naik gaji, naik jabatan/ pangkat, dapat lembur, pindah kerja dengan gaji lebih besar, punya usaha baru. Dilain pihak, bila Allah akan menyempitkan rezeki kita, maka bisa terjadi, misalnya: kita dipecat/ PHK, sakit yang memerlukan biaya banyak, usaha merugi, panen gagal, kebanjiran.

Kedua, mintalah rezeki hanya kepada Allah. Jangan meminta-minta kepada manusia, namun mintalah rezeki hanya kepada Allah. Biar Allah yang menentukan dengan cara apa rezeki tersebut akan sampai kepada kita. Bila Allah sudah berkenan untuk memberikan rezeki kepada kita, maka akan terbuka jalannya.

Posted in panduan keuangan | Tagged , , | Comments Off

Laporan Keuangan Periode Februari 2013

Alhamdulillah, selama periode bulan Februari 2013, Klinik Umiyah telah memberikan manfaat kepada 832 orang dhuafa yang mendapat pelayanan rawat jalan, 37 orang pasien KB, 19 orang ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya, 3 ibu melahirkan dan 15 pasien yang dirawat inap dengan total hari rawat inap selama 41 hari rawat.

Dalam periode tersebut, Klinik Umiyah mendapat sumbangan dari para dermawan sebesar Rp 10 juta lebih dan dari infaq sebesar Rp 8,5 juta.

Semoga Allah SWT berkenan memberi balasan berlipat 700 kali lipat kepada para dermawan sesuai dengan firman-Nya dalam Surat Al Baqarah ayat 261.

“ Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

Posted in laporan keuangan | Comments Off

Belajar ikhlas

Kita sering mendengar pernyataan ” Sedekah itu tidak harus besar, yang penting ikhlas”. Saya kira pernyataan tersebut tidak salah, cuman sering dapat menyesatkan. Kenapa? Karena pernyataan tersebut membuat orang sudah puas dengan memberi sedekah uang recehan. Tentu saja memberi sedekah uang receh dengan niat karena Allah semata lebih baik dibandingkan dengan sedekah uang banyak tetapi dengan motivasi politik (sebagai bagian kampanye) atau karena ingin terkenal, dll. Namun dilain pihak, dengan keikhlasan yang sama, sedekah dalam jumlah yang besar akan lebih baik dibandingkan dengan sedekah dalam jumlah sedikit.

Kita bisa ikhlas memberi Rp 1,000 kepada pengemis dijalanan, tapi sering belum bisa ikhlas memberi sedekah sebesar Rp 1000,000 kepada kenalan atau saudara yang membutuhkan.

Kelihatannya, ikhlas itu tidak beda jauh dengan khusyu. Kita perlu latihan agar bisa sholat khusyu. Kita perlu latihan juga agar bisa sedekah dalam jumlah besar dengan ikhlas. Menurut hemat saya, berikut ini tahapan yang perlu dilalui agar kita bisa memberi dalam jumlah besar dengan ikhlas:

Tahap 1, penuhi kewajiban zakat, khususnya zakat mal. Saat ini belum semua muslim yang telah mencapai kewajiban membayar zakat mal telah menunaikan kewajiban tersebut. Banyak muslim yang masih hanya membayar zakat fitrah. Kita akan sulit bersedekah dalam jumlah besar bila kita belum tergerak untuk membayar zakat harta benda kita. Oleh karena itu, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memenuhi kewajiban membayar zakat mal.

Tahap 2,bersedekah dengan mengharap balasan dari Allah dengan balasan dunia. Contohnya adalah bersedekah dengan mengharapkan kesembuhan dari sakitnya. Rasulullah n bersabda :  دَاوُوْا مَرْضَاكُمْ بِالصَّدَقَةِ

“Obatilah orang yang sakit di antara kalian dengan sedekah.” (HR. Baihaqi)
 
Tentunya, bila kita sakit yang cukup serius, kita akan bersedia bersedekah lebih dari jumlah sedekah yang kita masukkan ke kotak amal setiap Jumat. Kita akan bersedia bersedekah dalam jumlah besar dengan harapan bahwa Allah akan mengabulkan doa kita ketika berdoa agar anak kita segera dapat jodoh, agar kita bisa dapat anak keturunan, dan lain lain.
 
Tahap 3, bersedekah dengan harapan agar Allah berkenan menghindarkan kita dari bencana dan ujian. Nabi Muhammad bersabda:  بِالْمَعْرُوْفِ وَالنَّهْيُ عَنِ الْمُنْكَرِ

Ujian yang menimpa seseorang pada keluarga, harta, jiwa, anak, dan tetangganya bisa dihapus dengan puasa, shalat, sedekah, dan amar makruf nahi munkar.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Bila kita sudah bisa bersedekah dengan jumlah besar dengan mengharap balasan dari Allah berupa balasan yang tidak segera sifatnya, maka kita sudah naik lebih tinggi tingkat keikhlasan kita.
 
Tahap 4, bersedekah dengan mengharapkan balasan surga bagi kita. Selama ini kita menganggap enteng masalah surga. Kita menganggap bahwa masuk surga itu mudah dan tidak perlu pengorbanan. Pada tahap ini kita sudah berani mewakafkan rumah atau tanah kita untuk rumah tahfidz, misalnya.
 
Allah SWT berfirman: ” Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar. (QS. Al Hujuraat : 15)
 
Tahap 5, bila kita sudah bisa bersedekah dalam jumlah besar agar orang tua kita bisa masuk surga. 
 
Tahap 6, bila kita sudah bisa bersedekah dalam jumlah besar dengan menyerahkan sepenuhnya balasan yang akan Allah berikan. Selama ini sebagian besar dari kita telah bersedekah tanpa mengharapkan balasan apapun dari Allah karena jumlah yang kita sedekahkan hanya berupa uang ribuan rupiah. Bila kita sudah menyedekahkan harta yang kita cintai (misalnya: rumah, mobil terbaru yang kita punyai, dll), maka kita sudah mencapai tingkat keikhlasan yang tinggi.
 
Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya“.(Al Quran Surat Ali Imran ayat 92)

 

Posted in Uncategorized | Comments Off